GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI UNIT PRODUKSI PT. JAKARTA CAKRATUNGGAL STEEL MILLS
Kata Kunci:
age, working period, ear protection device, hearing lossAbstrak
Pemakaian peralatan kerja dan penggunaan mesin teknologi tinggi dilakukan pada proses produksi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi hasil produksi. Menurut International Labour Organization (ILO), setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis gambaran beberapa faktor risiko gangguan pendengaran pada pekerja di unit produksi PT.JCSM. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua pekerja yang berada di Unit Produksi PT.JCSM. Sampel diambil secara random sampling sebanyak 70 responden. Cara pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kebisingan menggunakan sound level meter serta wawancara terstruktur dengan kuesioner. Data sekunder berupa data tingkat gangguan pendengaran yang diperoleh melalui pemeriksaan kesehatan oleh perusahaan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan penyajian distribusi frekuensi dari variabel yang diteliti dan disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan 100% responden berjenis kelamin lai-laki, kelompok umur 46-55 tahun (46,2%), masa kerja responden >10 tahun (75%), kelompok responden yang tidak menggunakan ear plug (62,5%), kelompok responden yang tidak menggunakan ear muff (75%) menempati proporsi tertinggi mengalami gangguan pendengaran. Sosialisasi/ penyuluhan mengenai penggunaan APD yang baik khususnya alat pelindung telinga tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan pendengaran pada pekerja.