DISTRIBUSI SPASIAL KASUS DAN TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARMANGU 1 TAHUN 2025

Penulis

  • Dwi Atin Faidah Politeknik Banjarnegara Author
  • Setiya Aisyawa Galuh Megandalu Politeknik Banjarnegara Author
  • Bayu Suseno Politeknik Banjarnegara Author

Kata Kunci:

BDB, Sistem informasi geografi, spasial

Abstrak

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan jumlah kasus yang tinggi di Indonesia. Tahun 2024 tercatat sebanyak 210.644 kasus DBD dengan 1.239 kematian. Provinsi Jawa Tengah menyumbang 12.994 kasus, dan Kabupaten Banjarnegara mencatat 889 kasus dengan angka kesakitan (IR) sebesar 83,8 per 100.000 penduduk. Tingginya angka kasus di wilayah kerja Puskesmas Banjarmangu 1 serta belum optimalnya pemanfaatan pendekatan spasial menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran distribusi spasial kasus DBD dan tempat perkembangbiakan nyamuk, serta karakteristik penderita dan faktor lingkungan yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Banjarmangu 1, Kabupaten Banjarnegara, selama periode Bulan Mei-Juni 2025. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan data sekunder dari Puskesmas serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Analisis data dilakukan secara spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS dan disajikan dalam bentuk peta tematik serta tabel deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa paling banyak terinfeksi (73,7%), perempuan lebih dominan (63,2%), dan tingkat pendidikan terbanyak adalah SD dan SMA. Sebaran kasus tertinggi berada di Desa Jenggawur. Selain itu, ditemukan 187 titik tempat perkembangbiakan nyamuk, dengan 57 titik positif jentik. Penelitian ini menghasilkan pemetaan distribusi spasial kasus DBD dan pemetaan lokasi tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk di wilayah studi. Temuan ini menunjukkan bahwa penyebaran DBD berkaitan erat dengan faktor lingkungan dan keberadaan breeding place di sekitar permukiman. Upaya pengendalian berbasis spasial, pelaksanaan PSN terpadu, serta peningkatan edukasi masyarakat perlu dioptimalkan untuk menekan risiko penularan DBD secara berkelanjutan

Diterbitkan

09/04/2025

Cara Mengutip

DISTRIBUSI SPASIAL KASUS DAN TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARMANGU 1 TAHUN 2025. (2025). Jurnal Ilmiah Medsains, 11(01), 20-32. http://jurnal.polibara.ac.id/index.php/ojsdata/article/view/25

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >> 

Artikel Serupa

1-10 dari 14

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.