GAMBARAN FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN FISIK RUMAH PADA KEJADIAN ISPA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BANJARNEGARA 2 TAHUN 2023
Kata Kunci:
fisik rumah, ISPA, faktor risikoAbstrak
Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) merupakan penyakit endemis yang menjangkit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular, berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor penjamu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarnegara 2. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 139 balita dan sampel diambil dengan random sampling sebanyak 58 balita. Data diperoleh dari observasi checklist dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan rumah memenuhi syarat sebanyak 40 (69%) rumah, pengukuran suhu seluruh rumah dari 58 rumah sudah memenuhi (100%), pengukuran kelembaban ruangan 35(60,3%) rumah tidak memenuhi syarat, pengukuran pencahayaan tidak memenuhi syarat 35(60,3%) rumah, pengukuran ventilasi 33 (56,9%) rumah tidak memenuhi, pengamatan kondisi lantai sebagian besar memenuhi syarat sebanyak 54(93,1%) rumah, pengamatan cemaran udara sebagian besar tidak memenuhi syarat sebanyak 52(89,7%) rumah. Berdasarkan dari hasil, disimpulkan bahwa faktor yang berpengaruh adalah kelembaban, pencahayaan, ventilasi dan cemaran udara. Sedangkan kepadatan rumah, suhu, dan jenis lantai tidak berpengaruh pada kejadian ISPA.