GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BATUR 2 TAHUN 2024
Kata Kunci:
ISPA, balita, faktor risikoAbstrak
UPTD Puskesmas Batur 2 merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara yang masih memiliki masalah ISPA.Berdasarkan hasil observasi pada bulan Januari sampai Maret 2024, pravelensi penyakit ISPA masih cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran faktor risiko kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Batur 2.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita penderita ISPA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Batur 2 yang pernah memeriksakan diri ke Puskesmas dalam periode bulan Januari-Maret tahun 2024 yaitu 88 balita dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari kuesioner dan observasi lapangan serta data sekunder dari UPTD Puskesmas Batur 2.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penderita ISPA sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (55,7%). Umur balita paling tinggi yaitu 0-2 tahun (51,1%). BBL paling tinggi yaitu BBL normal (81,8%). Status gizi dengan kategori baik (100%). Status imunisasi sebagian besar sudah lengkap (86,4%). Ventilasi baik memenuhi syarat (93,2%). Kepadatan hunian tidak padat memenuhi syarat (84,1%). Kelembaban tidak baik (100%). Tingkat pengetahuan ibu benar (81,8%). Perilaku keluarga baik (73,9%).
Kesimpulan dari penelitian penderita ISPA pada balita yang tidak memenuhi syarat yaitu pada variabel kelembaban. Di harapkan kepada masyarakat terutama pengasuh balita untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar.