MANFAAT DAUN KATUK (Sauropus androgynous L. MERR.) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS ASI PADA IBU MENYUSUI
Kata Kunci:
daun katuk, Sauropus androgynus L. Merr, ASI, ibu menyusuiAbstrak
Masalah menyusui merupakan bagian dari masalah ketidaknyamanan pada ibu nifas selama 2 jam setelah melahirkan. Masalah ini seringkali menimbulkan trauma pada ibu nifas saat menyusui, gangguan psikologis, dan peningkatan morbiditas pada ibu dan bayi akibat ASI yang tidak mencukupi. Ekstrak daun katuk merupakan tanaman obat yang berperan untuk meningkatkan produksi ASI. Katuk (Sauropus androgynous, L. Merr) telah dikenal untuk meningkatkan produksi ASI sejak jaman kuno di Indonesia bertujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat potensi daun katuk untuk meningkatkan kualitas pada ibu menyusui.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam dengan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan adanya variasi penggunaan katuk pada 4 masyarakat di jawa timur, pemanfaatan tertinggi katuk ditemukan di osing.
Daun katuk merupakan salah satu jenis herbal galactagogue yang dipercaya dapat meningkatkan kadar prolactin dan oksitosin, serta mengandung nutrisi yang dapat digunakan sebagai bahan baku sintesis ASI. Peningkatan volume asi disebabkan oleh daun katuk yang mengandung senyawa fitokimia yaitu alkaloid (papaverine), dan sterol (fitosterol) yang dapat meingkatkan kadar prolactin dan oksitosin, serta mengandung nutrisi yang dapat digunakan sebagai bahan baku sintesis ASI. Dalam 100 g daun katuk segar mengandung 79,8 g air, 7,6 g protein, 1,8 g lemak, 6,9 g karbohidrat, dan nilai energi 310 kJ.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah, daun katuk terbukti dapat meningkatkan kualitas ASI pada ibu menyusui.