ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PRETERMDI PUSKESMAS KABUPATEN BANJARNEGARA

Penulis

  • Ratih Subekti Politeknik Banjarnegara Author
  • Lia Aria Ratmawati Politeknik Banjarnegara Author

Kata Kunci:

Preterm, kehamilan gemeli, riwayat preterm sebelumnya

Abstrak

Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu atau 259 hari sejak hari pertama haid terakhir. Kejadian ini merujuk pada kelahiran bayi yang lahir lebih awal dari waktu yang seharusnya. Tantangan utama bagi bayi yang lahir prematur adalah perawatannya, karena sistem tubuh dan organ mereka belum sepenuhnya berkembang, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti sindrom gangguan pernapasan (RDS), perdarahan intraventrikular, displasia bronkopulmoner (BPD), persistensi duktus arteriosus (PDA), nekrotizing enterocolitis (NEC), sepsis, apnea, dan retinopati prematuritas (ROP). Komplikasi yang dialami bayi prematur ini dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian pada neonatus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dan besarnya risiko kejadian preterm di Puskesmas Kabupaten Banjarnegara.

Instrumen  penelitian menggunakan lembar observasi. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan case control. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia ibu, jarak kehamilan, paritas, kehamilan gemeli, ketuban pecah  dini, perdarahan antepartum, riwayat abortus dan riwayat preterm sebelumnya, variabel terikatnya adalah persalinan preterm. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling menggunakan data sekunder dari 3 Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara dengan kasus tertinggi persalinan preterm tahun 2023,  jumlah kasus 56 responden dan kontrol 112 responden. Analisis bivariat menggunakan  uji  chi  square.

Hasil penelitian menunjukkan kehamilan gemeli berhubungan dengan kejadian preterm (p-value 0,043), responden dengan kehamilan gemeli mempunyai risiko 8,538 kali mengalami kejadian preterm dibandingkan degan responden dengan kehamilan tidak gemeli (95% CI 0,931-78,298), riwayat preterm sebelumnya berhubungan dengan kejadian preterm (p-value 0,04), responden dengan riwayat preterm sebelumnya mempunyai risiko 3,857 kali mengalami kejadian preterm dibandingkan responden yang tidak ada riwayat preterm sebelumnya (95% CI 1,079-13,790).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah kehamilan gemeli dan riwayat preterm sebelumnya berhubungan dengan kejadian preterm di Puskesmas kabupaten Banjarnegara.

Diterbitkan

01/14/2025

Cara Mengutip

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PRETERMDI PUSKESMAS KABUPATEN BANJARNEGARA. (2025). Jurnal Ilmiah Medsains, 10(02), 62-73. https://jurnal.polibara.ac.id/index.php/ojsdata/article/view/6

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1-10 dari 13

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.