GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KARANGKOBAR TAHUN 2022
Kata Kunci:
karakteristik, pengaruh lingkungan, perilaku keluargaAbstrak
UPTD Puskesmas Karangkobar merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara yang masih memiliki masalah penyakit ISPA. Berdasarkan hasil observasi pada bulan Januari hingga Maret tahun 2022, prevalensi penyakit ISPA masih cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran faktor risiko kejadin infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wiliyah kerja UPTD Puskesmas Karangkobar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita penderita ISPA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Karangkobar yang pernah memeriksakan diri ke Puskesmas dalam periode bulan Januari-Maret tahun 2022 yaitu 60 balita dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer yang diperoleh dari kuesioner dan observasi lapangan serta data sekunder dari UPTD Puskesmas Karangkobar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penderita ISPA pada balita sebagian besar umur balita paling tinggi yaitu 2-5 tahun (76,7%), berjenis kelamin laki-laki (51,7%), BBL paling tinggi yaitu BBL normal (96,7%), status gizi paling banyak yaitu kategori baik (96,7%), status imunisasi sebagian besar sudah lengkap (98,3%), pencemaran udara sebagian besar masih terdapat (91,7%), ventilasi baik memenuhi syarat (60%), kepadatan hunian tidak padat memenuhi syarat (71,7%), kelembapan tidak baik (96,7%), perilaku orang tua atau keluarga sangat baik (86,7%). Kesimpulan dari penelitian penderita ISPA pada balita yang tidak memenuhi syarat yaitu pada variabel pencemaran udara dan kelembaban. Di harapkan kepada masyarakat terutama pengasuh balita untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.