STUDI DESKRIPTIF PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA GIZI KURANG

Penulis

  • Lia Aria Ratmawati Politeknik Banjarnegara Author
  • Ratih Subekti Politeknik Banjarnegara Author

Kata Kunci:

Studi deskriptif, PMT, Gizi kurang

Abstrak

Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia dipengaruhi oleh status gizi yang baik. Balita merupakan kelompok rawan gizi yang masih menjadi masalah utama di Indonesia. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022 menunjukkan prevalensi balita stunting sebesar 21,6%. Kabupaten Banjarnegara memiliki balita gizi kurang sejumlah 4.056 balita, balita berat badan kurang sejumlah 3.000 balita dan balita yang tidak naik berat badannya sejumlah 7.000 balita. Dampak balita dengan masalah gizi dapat mengganggu periode pertumbuhan dan perkembangannya. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan melalui 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Puskesmas Banjarnegara 1 merupakan salah satu Puskesmas wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara. Pada tahun 2024 terdapat sasaran yang mendapatkan PMT 752 balita dengan pemberian PMT pada balita dengan status gizi kurang sejumlah 68 balita dengan 67 balita diberikan PMT secara penuh sedangkan 1 balita dropout karena status gizinya menjadi gizi buruk  dan dilakukan rujukan ke Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program PMT pada balita gizi kurang di Puskesmas Banjarnegara 1 Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan lembar Monev Program PMT Lokal Kemenkes RI. Penelitian ini menggunakan total sampling sejumlah 67 responden. Hasil penelitian bahwa sebagian besar mengalami perubahan kenaikan berat badan sebanyak 64 responden (95,52%). Sebagian besar mengalami perubahan kenaikan panjang/tinggi badan sejumlah 65 responden (97,01%). Cakupan balita gizi kurang mengkonsumsi makanan tambahan sebesar 78,82%. Prosentase balita gizi kurang yang mengalami peningkatan berat badan yang adekuat sebesar 95,52%. Prosentase balita gizi kurang dengan perbaikan status gizi berdasarkan acuan berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan sebesar 95,52%. Diharapkan setelah mendapatkan PMT, ibu balita dapat melanjutkan menu-menu yang sudah diberikan selama program PMT agar dapat meningkatkan berat badan dan memperbaiki status gizi pada balita sehingga mencegah balita jatuh pada masalah gizi yang lebih berat (stunting).

Diterbitkan

12/31/2025

Cara Mengutip

STUDI DESKRIPTIF PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BALITA GIZI KURANG. (2025). Jurnal Ilmiah Medsains, 11(02), 64-70. https://jurnal.polibara.ac.id/index.php/ojsdata/article/view/102

Artikel Serupa

1-10 dari 70

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.