ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN RUPTUR PERINEUM DI PUSKESMAS MADUKARA 2 KABUPATEN BANJARNEGARA
Kata Kunci:
Paritas, BBL, Ruptur PerineumAbstrak
Ruptur perineum merupakan perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Ruptur perineum disebabkan oleh paritas, jarak kelahiran, berat badan bayi, pimpinan persalinan tidak sebagaimana mestinya, ekstraksi cunam, ekstraksi fakum, trauma alat dan episiotomi. Kejadian ruptur perineum berdasarkan paritas paling banyak terjadi pada primipara yaitu sebesar 62% dan berdasarkan berat badan bayi paling banyak pada berat badan >3500 gram yaitu sebesar 46%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara paritas dan berat badan lahir bayi dengan kejadian ruptur perineum di Puskesmas Madukara 2 Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian yang gunakan adalah survei analitik dengan pendekatan crosss sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Puskesmas Madukara 2, Kabupaen Banjarnegara. Teknik pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling, besar sampel sebanyak 36 ibu bersalin. Teknik analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menujukan bahwa 66,7% responden multipara, dan 63.9% memiliki bayi dengan berat badan lahir <3500 gram. Terdapat hubungan antara paritas (p=0,001<0.05, α= 95%), berat badan lahir bayi (p=0,000<0.05, α= 95%) dengan kejadian rupture perineum. Ada hubungan yang bermakna antara paritas dan berat badan lahir bayi dengan kejadian rupture perineum. Ibu diharapkan dapat melakukan ANC secara teratur sehingga taksiran berat badan janin dapat terpantau melalui pengukuran TBJ dan informasi terkait tentang persiapan persalinan seperti bagaimana cara mengejan yang benar dan posisi dalam mengejan.