GAMBARAN KUALITAS UDARA DI KOTA YOGYAKARTA BERDASARKAN PEMANTAUAN AIR QUALITY MONITORING SYSTEM TAHUN 2019-2020
Kata Kunci:
Kualitas udara, Pencemaran udara, ISPU, AQMS, ParameterAbstrak
Menurut laporan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2019, kualitas udara di Kota Yogyakarta mengalami penurunan dalam kurun lima tahun. Sehubungan dengan kekhawatiran akan terjadinya penurunan kualitas udara di Kota Yogyakarta beserta dampak negatifnya bagi mahkluk hidup, maka diperlukan langkah untuk melakukan pemantauan kualitas udara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahu gambaran kualitas udara di Kota Yogyakarta Tahun 2019 – 2020 yang ditinjau melalui Air Quality Monitoring System dalam bentuk Indeks Standar Pencemar Udara.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Kemudian hasil dianalisis menggunakan analisis deskriptif yang berbentuk grafik perbandingan. Grafik berupa data ISPU yang diperoleh melalui AQMS, stasiun pemantau tingkat pencemar udara. Variabel dalam penelitian ini adalah data ISPU. Teknik pengambilan data didapatkan dengan cara mengambil data dari website Dinas Lingkungan Kota Yogyakarta (http://iku.menlhk.go.id/aqms/) dan data unsur klimatologi diambil dari website Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (www.bmkg.go.id).
Hasil pemantauan parameter kualitas udara terjadi penurunan dan peningkatan kadarnya. Namun, berdasarkan pemantauan Air Quality Monitoring System tahun 2019-2020, parameter kimia kualitas udara (PM10, SO2, CO, O3, NO2) di Kota Yogyakarta masih tergolong “Baik”.
Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa parameter yang diukur tidak melewati baku mutu dan tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan sehingga masyarakat dinyatakan aman melakukan kegiatan di luar rumah. Saran yang diberikan adalah perlu terus dilakukan usaha monitoring dan pengendalian/pencegahan polusi melalui pengetatan peraturan perundang-undangan lingkungan untuk mencegah bertambah buruknya kualitas udara kota Yogyakarta.