PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PADA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN MANDIRAJA TAHUN 2022
Kata Kunci:
Pengetahuan, sikap, perilaku, DBDAbstrak
Penyakit Berbasis Lingkungan (PBL) merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi di dunia termasuk Indonesia, salah satu PBL yang masih menjadi permasalahan adalah DBD. Berdasarkan data Dinkes Banjarnegara kasus DBD tahun 2020 tertinggi berada di Kecamatan Mandiraja sebanyak 39 kasus. Berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Mandiraja 2 prevalensi DBD tertinggi berada di Desa Purwasaba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku pada kasus DBD di Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 63 rumah dengan kriteria responden yaitu penderita DBD yang terdiagnosa pada bulan Januari-Maret tahun 2022, dan warga sekitar dengan radius 200 m di RT 03 RW 03 Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja, dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner dan observasi lapangan serta data sekunder dari penelitian terdahulu. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa responden dengan rentang usia 36-45 tahun 31,7%, responden berjenis kelamin perempuan 66,7%, sebagian besar tingkat pendidikan responden dalam penelitian adalah tamatan SD 36,5%, sebagian besar jenis pekerjaan responden adalah sebagai ibu rumah tangga 42,9%, pengetahuan responden sebagian besar adalah baik 88,9%, sikap responden tergolong baik 88,9% dan perilaku responden tergolong positif 55,6%. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa pada kasus DBD di Desa Purwasaba Kecamatan Mandiraja berpengetahuan baik, bersikap baik, dan berperilaku positif. Masyarakat lebih meningkatkan perilaku mengenai PSN DBD dan petugas kesehatan lebih meningkatkan promosi kesehatan yaitu dengan memberikan penyuluhan mengenai DBD agar pengetahuan masyarakat mengenai DBD meningkat serta mengadakan kegiatan-kegiatan untuk pemberantasan sarang nyamuk.