PENERAPAN INHALASI MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA BALITA ISPA
Kata Kunci:
anak, ISPA, Inhalasi Uap Minyak Kayu PutihAbstrak
Anak merupakan seseorang yang istimewa yang pada aktivitas perkembanganya. Di antara perkembanganya ini adalah fisiologis seperti makan dan minum , olahraga eksresi, tidur dan istirahat. ISPA merupakan infeksi saluran nafas akut yang bisa terjadi hingga 14 hari dan akibat adanya virus ataupun bakteri. Penyakit ini dimulai dengan demam dengan satu gejala atau lebih termasuk, pilek, batuk kering, berdahak, tenggorokan sakit untuk menelan. Bersihan jalan nafas tidak efektif adalah permasalahan inti yang kerap terjadi pada anak ISPA. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis studi kasus dengan pendekatan deskriptif, metode penggumpulan datanya dengan format pengkajian, format tumbuh kembang anak , wawancara dan lembar hasil observasi. Kriteria inklusi berupa anak dengan diagnosa ISPA ringan atau sedang, anak umur 4-5 tahun, orang tua pasien yang dapar berkomunikasi dengan baik dan kooperatif, orang tua pasien yang memiliki kesediaan sebagai responden dengan menandatangani informed consent. Kriteria eksklusi berupa anak yang mengalami ISPA dengan diagnosa berat, klien atau orang tua yang tidak kooperatif. Selama 3 hari pertemuan, telah dilakukan asuhan keperawatan dengan melakukan inhalasi uap minyak kayu putih efektif pada anak ISPA, didapatkan data penurunan produksi sekret, ronchi, batuk, dispnea. Penerapan inhalasi uap minyak kayu putih efektif pada anak balita yang menderita ISPA dengan masalah utama bersihan jalan nafas tidak efektif.