HUBUNGAN TEMPAT PENAMPUNGAN AIR, SISTEM PEMBUANGAN SAMPAH DAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI
Kata Kunci:
jentik nyamuk, penampungan air, tempat sampahAbstrak
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kebersihan lingkungan yang buruk adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Data Dinas Kesehatan Kabupaten OKU, kasus DBD pada tahun 2022 sebanyak 43 kasus. Data dari UPTD Puskesmas Sekar Jaya kasus DBD tahun 2022 sebanyak 6 kasus. Dari 4 kelurahan yang berada di wilayah UPTD Puskesmas Sekar Jaya, kasus DBD tertinggi terjadi di Kelurahan Sekar Jaya yaitu sebanyak 3 kasus. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya DBD adalah keberadaan jentik Aedes aegypti dan faktor perilaku dari host itu sendiri. Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh kepala keluarga yang berjumlah 2.373 kepala keluarga dengan jumlah sampel sebesar 94 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Berdasarkan analisis univariat diketahui 57 (60,6%) responden tidak ada keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti, sebanyak 55 (58,5%) responden dengan tempat penampungan air baik dan sebanyak 52 (55,3%) responden dengan sistem pembuangan sampah baik. Hasil analisis bivariat diperoleh hasil variabel keberadaan jentik nyamuk dengan p value 0,027, tempat penampungan air dengan p value 0,000, dan tempat pembuangan sampah dengan p value 0,012. Ada hubungan yang bermakna antara keberadaan jentik nyamuk, tempat penampungan air dan tempat pembuangan sampah di Kelurahan Sekar Jaya.