IMPLEMENTASI TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENGATASI NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI PADA NY S DI DESA SENON PURBALINGGA
Kata Kunci:
Implementasi Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Nyeri Kepala, HipertensiAbstrak
Hipertensi disebut juga sebagai tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat mengakibatkan sejumlah gejala seperti epistaksis, jantung berdebar, sesak napas, dan nyeri kepala setelah beraktivitas seharian jika tekanan sistolik dan diastolik masing-masing tetap di atas 140 dan 90 mmHg. Teknik relaksasi nafas dalam merupakan intervensi mandiri keperawatan dimana perawat mengajarkan kepada pasien bagaimana cara melakukan nafas dalam, nafas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan untuk merileksasikan ketegangan otot yang menunjang nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Implementasi Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi Pada Ibu S Di Keluarga Bapak K Desa Senon Purbalingga. Hasil dari impementasi keparawatan menyatakan bahwa teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. setelah di lakukan penerapan teknik relaksasi nafas dalam selama 3 hari pada Ibu S di keluarga Bapak K dengan Hipertensi. Hal ini dibuktikan dari pengukuran skala nyeri pada hari pertama dengan skala 5 (sedang),lalu pada hari kedua dengan skala nyeri 5 (sedang) menjadi 4 (sedang), dan hari ketiga dengan skala nyeri 4 (sedang) menjadi 3 (ringan). Penerapan Relaksasi Nafas Dalam sangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri kepala yang di alami oleh pada pasien Hipertensi.