INTENSITAS PENYIRAMAN POC SAMPAH PASAR PADA STEK KOPI ROBUSTA (Coffea canephora)

  • Retno Muningsih
  • Yoga Priandana
Keywords: cutting, coffee, fertilizer, liquid, robusta

Abstract

Organic waste can be used as compost, liquid organic fertilizer (POC) and other kinds of animal feed. Market waste as a source of organic fertilizer has not been utilized optimally. Making POC from market waste can utilize vegetable and fruit waste in the hope that there are nutrients present in rotten fruit (such as elements N, P and K and some micro elements that can still be beneficial for plants). Non factorial randomized Complete block design (RCBD) with 5 treatments of watering intensity: S0 (without watering), S1 (watering once a week), S2 (watering every 2 weeks), S3 (watering every 3 weeks), and S4 (watering every 4 weeks). The variables observed were the number of leaves, leaf color, shoot stem diameter, shoot length and the number of shoots. The data obtained were analyzed using the F test, if there was a if there were differences between treatments followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a level of 5%. The results showed that the intensity of watering using POC market waste was not able to increase the growth in the number of leaves, leaf color, shoot stem diameter, shoot length and the number of Robusta coffee cuttings.

 

Kata kunci: Kopi, Pupuk Organik Cair (POC), Robusta, Stek

Abstrak

Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai kompos, pupuk organik cair (POC) dan macam pakan ternak. Sampah pasar sebagai salah satu sumber pupuk organik belum bayak dimanfaatkan secara maksimal. Pembuatan POC dari sampah pasar dapat memanfaatkan sampah sayur dan buah dengan harapan masih terdapat unsur hara yang )terdapat dalam buah yang busuk (seperti unsur N, P dan K serta beberapa unsur mikro yang masih bisa menguntungkan bagi tanaman). Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok Lengkap (RAKL) non faktorial dengan 5 perlakuan intensitas penyiraman yaitu: S0 (tanpa penyiraman), S1 (penyiraman 1 minggu sekali), S2 (penyiraman 2 minggu sekali), S3 (penyiraman 3 minggu sekali), dan S4 (penyiraman 4 minggu sekali). Variabel yang diamati adalah jumlah daun, warna daun, diameter batang tunas, panjang tunas dan jumlah tunas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji F, apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan intensitas penyiraman menggunakan POC sampah pasar belum mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, warna daun, diameter batang tunas, panjang tunas dan jumlah tunas stek kopi Robusta.

Author Biography

Retno Muningsih

Administrator SIJI

Published
30-12-2020