EKSPLORASI JAMUR ANTAGONIS TERHADAP PENYEBAB BUSUK PELEPAH PADI (Sarocladium oryzae)

  • Resti Fajarfika Politeknik Banjarnegara
  • Aldi Rafsanjani
  • Dadi Nurdiana
Keywords: Exploration, Gliocladium, Sheath rot of rice, Trichoderma

Abstract

Sheath rot of rice caused by Sarocladium oryzae is a serious problem and may cause rice yield loss, therefore need the control that inhibit growth or development of the pathogen. Application of biological control agents available antagonist fungus like has been researched and developed effective to inhibit of pathogen disease, plant growth enhancement, and positive impact to the environment. The purpose of the study was to determine the exploration of plant various from the three sub-district, Garut and to characterize the ability of the isolates to inhibit S. oryzae in vitro. Exploration was conducted to take soil sample of Imperata cylindrica, Bambusa tuldoides, Mimosa invisa from three sub-district in Garut, especially Bayongbong, Karangpawitan, and Wanaraja. Then the isolation of antagonist fungus, and antagonism test used dual culture method with a completely randomized design. After that, identification was conducted on base identification key. The result of the study showed that the nine potential isolates were found, were the seven isolates included into the species of Trichoderma sp. and two isolates of Gliocladium sp. The result of antagonism test showed that antagonism fungus was effectively suppressed micelial growth of S. oryzae with the suppression percentage more than 50%, namely isolate of KA1 (100%), BB0 (91,67%), KA2 (88,89%), KP3 (86,67%), BA2 (82,14%), WB1 (69,44%), KP2 (67,22%), KB2 (65%), and KP1 (60,48%).

 

Kata kunci: Pelepah Padi, Gliocladium, Trichoderma, Isolasi, Busuk

Abstrak

Penyakit busuk pelepah padi yang disebabkan Sarocladium oryzae dapat menimbulkan masalah yang serius dan menyebabkan kehilangan hasil, sehingga perlu adanya pengendalian yang dapat menekan pertumbuhan dan perkembangan patogen tersebut. Akhir-akhir ini agen pengendali hayati seperti jamur antagonis banyak diteliti dan dikembangkan sebagai salah satu solusi yang efektif mengendalikan patogen tanaman, dapat memacu pertumbuhan tanaman dan aman bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi jamur antagonis pada beberapa tanaman di tiga kecamatan, Kabupaten Garut dan menguji kemampuan isolat tersebut dalam menghambat S. oryzae d secara in vitro. Eksplorasi dilaksanakan dengan pengambilan sampel tanah rizosfer dari tanaman alang-alang, bambu dan putri malu yang berasal dari daerah pertanaman sehat di tiga kecamatan yaitu Bayongbong, Karangpawitan, dan Wanaraja di kabupaten Garut. Selanjutnya diisolasi jamur antagonis dan uji antagonisme dengan metode dual culture menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Setelah itu, diidentifikasi berdasarkan buku kunci identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 9 isolat jamur antagonis yang potensial, dimana 7 isolat adalah Trichoderma sp. dan dua isolat adalah Gliocladium sp. Hasil uji antagonisme menunjukkan bahwa isolat jamur antagonis efektif menekan pertumbuhan S. oryzae dengan penekanan diatas 60%, yaitu isolat KA1 (100%), BB0 (91,67%), KA2 (88,89%), KP3 (86,67%), BA2 (82,14%), WB1 (69,44%), KP2 (67,22%), KB2 (65%), dan KP1 (60,48%).

Author Biography

Resti Fajarfika, Politeknik Banjarnegara

Administrator SIJI

Published
30-12-2020